TIMES SAMPANG, SAMPANG – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah hulu menyebabkan Sungai Kali Kamoning meluap. Banjir pun merendam sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Sampang, Minggu (4/1/2026).
Hingga pukul 13.00 WIB, air belum surut, sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menetapkan status kebencanaan di Sampang pada level siaga 2.
Berdasarkan data BPBD Setempat, banjir menggenangi beberapa permukiman warga dan jalan raya dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 10 - 60 cm.
Beberapa desa dan kelurahan terdampak yang mengalami kenaikan debit air signifikan yaitu :
- Desa Banyumas, ketinggian air 60 cm
- Desa Kamoning, ketinggian air 50 cm
- Desa Pangilen, ketinggian air 40 cm
- Desa Panggung, ketinggian air 40 cm
- Desa Paseyan, ketinggian air 30 cm
- Kelurahan Dalpenang, ketinggian air 10 - 20 cm
- Kelurahan Rongtengah, Ketinggian air 10 - 20 cm
Kepala Pelaksana BPBD Sampang Fajar Arif Taufikurrahman melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Mohammad Hozin menjelaskan, pihaknya melakukan langkah gerak cepat dalam koordinasi dan pemantauan di sejumlah titik rawan bencana.
"Saat ini bantuan logistik sudah mulai kami distribusikan ke Desa Tangguh Bencana yang terdampak untuk segera disalurkan kepada warga," jelas Hozin, pada Minggu (4/12/2025).
Meski genangan air masih cukup tinggi, lanjut Hozin, hingga saat ini warga belum ada yang mengungsi dan lebih memilih tetap tinggal di rumah mereka masing-masing.
Sementara, untuk cuaca di wilayah Sampang saat ini terpantau cerah dan kondisi air di wilayah hulu menunjukkan tren stabil.
Berdasarkan catatan Early Warning System, ketinggian air di hulu berada pada level normal, yaitu di angka 3,42 m.
"Meski begitu, kami tetap menghimbau warga untuk tetap waspada. Karena, status kita masih siaga 2," himbau Hozin mengingatkan warga.
Pihaknya meminta, masyarakat tetap tenang. Tapi, harus tetap siaga terhadap kemungkinan adanya perubahan cuaca yang datangnya mendadak. (*)
| Pewarta | : Moh. Mansur |
| Editor | : Ronny Wicaksono |