Viral Kondisi SDN di Sampang: Ruang Kelas Sepi, KBM Cuma Sehari Seminggu
Video viral SDN Batoporo Timur 1 di Sampang tunjukkan kondisi sekolah lengang tanpa KBM, guru terdengar mendangdut. Disdik Sampang langsung turun tangan dan buktikan data Dapodik tak sesuai fakta lapangan.
SAMPANG – Sebuah video yang menampilkan kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batoporo Timur 1, Dusun Pandian, Desa Batoporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, viral di media sosial.
Dalam video tersebut, suasana SDN Batuporo Timur 1 tampak terlihat lengang tanpa murid dan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Yang tampak terlihat hanya ada 1 orang guru yang sedang duduk santai di teras sekolah, 2 orang sedang menikmati lagu dangdut, dan 1 orang guru sedang sibuk membuat kopi.
"Tidak ada yang namanya aktivitas belajar mengajar, tidak ada satu siswapun tapi mendapatkan bantuan MBG, yang ada tempat kopi dan dangdutan. Setiap hari aktivitasnya ya seperti ini. Kami harap Disdik Sampang dan Pengawas Kecamatan Kedungdung agar segera turun dan mengevaluasi SDN Batoporo Timur 1," ucap pria dalam video tersebut.
Mendengar hal ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang langsung bergerak cepat melakukan cek lokasi untuk mengetahui kebenaran informasi tentang adanya manipulasi data siswa yang ada di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Plt Kepala Disdik Sampang, Nor Alam, melalui Kabid SD, Moh. Yusuf mengatakan, menurut data yang ada di Dapodik, siswa di sekolah tersebut ada. Tapi, saat pihaknya melakukan pengecekan ke sekolah tersebut, tidak terlihat satupun siswa dan tidak ada giat KBM.
Berdasarkan pengakuan dari guru di sekolah tersebut, proses KBM hanya berlangsung sekali dalam seminggu.
"Saya nyampek di lokasi jam 07.30 WIB. Di sana, saya menemui 4 orang guru plus Plt Kepala Sekolahnya. Teman- teman guru di sana memang seperti itu kesehariannya. Kecuali hari Jumat, siswa itu masuk sekolah," terang Yusuf, pada Rabu (20/1/2026).
Menurutnya, data yang ada di Dapodik itu berdasarkan Kartu Keluarga yang disetor oleh siswa ke sekolah. Saat ini, pihaknya sedang mendalami kebenaran data riil sesuai kondisi fakta di lapangan.
"Fakta di lapangan itu masih kami dalami, kami butuh waktu. Hari ini para guru dan Plt Kepala Sekolah kami panggil. Kita akan memverifikasi semua hal," tegasnya.
Pihaknya juga melakukan kroscek terhadap semua data yang dikhawatirkan terindikasi ganda dengan sekolah lain.
Diungkapnya, untuk publikasi berupa foto berlangsungnya KBM itu ada. Tapi pihaknya akan tetap melakukan pengecekan menurut data dan memastikan nama siswa sudah tercantum di Dapodik.
Soal sanksi yang akan diberikan jika terbukti ada tindak manipulasi data di Dapodik, pihaknya belum bisa berbuat apa-apa sebelum fakta ditemukan.
"Masalah sanksi itu nanti, ketika sudah ditemukan fakta. Ini masih proses, tidak bisa secepat itu. Kami khawatir jika salah memberikan penghakiman kepada pihak-pihak yang belum tentu bersalah," ujarnya.
Berdasarkan Dapodik Kemendikdasmen, SDN Batoporo Timur 1 memiliki 7 orang Guru ditambah Tenaga Pendidik (PTK, dan 33 orang Peserta Didik (PD). (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.
